Langsung ke konten utama

kemana Pancasila ?

Di hari minggu pagi ini kembali lagi di temani dengan sekepul asap rokok dan aroma secangkir kopi hitam yang panas, kembali terfikir di benak saya bahwa Pancasila itu ediologi Tanah air yang saya injak saat ini , tapi dimana Pancasila itu sekarang ?
Pancasila itu sendiri merupakan 5 asas negara berarti prinsip atau rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. yang menjadi ediologi dalam bernegara.
Nilai-nilai pancasila itu berupa :
-Ketuhanan yang maha esa
-Kemanusiaan yang adil dan beradab
-Persatua
-Kerakyatan yang di pimpin oleh  hikmat dalam kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
-keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Serta nilai-nilai ini tidak bisa di lepaskan satu sama lain. Negara indonesia harus mewujudkan kemanusiaan yang berketuhanan, nasionalisme yang berketuhanan, kerakyatan yang berketuhanan dan keadilan sosiala yang berketuhanan. Disini sangat jelas bahwa Atheisme tidak mendapatkan tempat sama sekali. artinya Tidak ada manusia Indonesia yang tidak memiliki tuhan.
itu sudah jelas tercetus dan tertulis di sila pertama.

Di sila kedua  itu berisi tentang rakyat Indonesia Mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. ? Saling mencintai sesama manusia ? Tidak semena-mena terhadap orang lain ?
Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keadilan ?
 apakah sedikit poin-poin di sila kedua sudah di jalankan oleh seluruh warga negara ? yah , saya rasa hanya beberapa, mengapa hanya beberapa ? kesadaran untuk tidak adanya sikap menstratakan derajat hidup itu masih jauh, karena kesadaran untuk bergotong royong dan sama derajat yang masih di buat gengsi oleh kalangan masyarakat. bahkan keadilan yang di perjual belikan, sungguh miris saya rasakan. Coba saja Indonesia saat ini masih terjajah, mungkin sikap tenggang rasa itu masih ada. Dan pertanyaan saya kembali tentang sila ke dua dari pancasila , Apakah indonesia harus kembali di jajah perang agar kembali adanya keadilan dan rasa sama ?

Di sila ketiga, kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan , jangan lupa dengan tragedi-tragedi yang terjadi dahulu bahkan sekarang, dari pertempuran antar suku, ras, agama, dan kekuasaan. tidak usah muluk coba lihat kembali ke belakang tentang presiden kita yang ke lima dan ke enam, mereka mengajarkan perseteruan demi kepentingan pribadi bahkan kelompoknya, dari tak pernah menyapa, bahkan bersalaman. Apakah itu yang di namakan pemimpin yang sebenarnya ? Tidak heran jika anak muda jamana sekarang sering berkelahi hanya karena hal sepele dan saling gengsi, toh yang mencontohkan pun seorang pemimpin negaranya sendiri.

Di sila ke empat, nah ini pula yang bisa jadi menjadi bahan yang sangat saya fikirkan apakah Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama itu hanya omong kosong untuk rakyat dari dewan perwakilan ? Kebijakan-kebijakan tersebut itu apakah hanya mementingkan kantung para pejabat senayan saja ? masih ingat tanggal 9 april kemarin ? rakyat memilih wakil rakyat untuk membela rakyat dalam parlemen. tapi yang terjadi, banyak yang gila karena gagal menjadi anggota legislatif untuk membela rakyat atau uang? apakah itu sudah bijaksana jika dikatakan seperti itu ?

Dan sila terakhir yaitu sila ke lima keadilan bagi seluruh rakyat, yang memiliki arti bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial keadilan bagi seluruh rakyat, sistem hukum dan keadilan yang masih carut marut di Indonesia ini masih saja menjadi permasalahan bagi negara ini bagai mana negara bisa maju jika keadilan dan hukum masih di makelarkan.
(Si pencuri singkong yang tertangkap hanya karena ingin makan dengan si pencuri emas serakah yang tertangkap yang ingin membuncitkan perut untuk pasokan ia tujuh turunan . pengadil justru menjatuhkan hukuman bagi sang pencuri emasi itu lebih rendah di banding pencuri singkong , dan "si pengadil berkata hay kau pencuri singkong mati lah kamu sekarang di banding hari esok kau akan mati kelaparan dan mencuri kembali. hay kau pencuri emas berikan hartamu kepada saya 40% maka saya akan membebaskan anda. dan mencurilah kembali emas emas itu setelah itu datang kembali kepada saya.").

Jadi siapa yang perlu membenah diri sebenarnya akan pancasila adalah dirikita sendiri. tidak perlu banyak bicara. tidak perlu banyak orasi jika kita hanya bisa terinjak, jalani saja apa yang sudah ada ketika terinjak berpeganglah dengan sang garuda pancasila. Urus diri dan tata diri dengan ediologi pancasila dalam dirimu setelah itu jalani hari hatimu dengan sayap garuda di pundakmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ekspresi Punker !

This PUNK ! PUNK adalah suatu ideologi tentang pemberontakan dan anti kemapanan. Dalam sejarah, tidak ada yang tahu persis kapan budaya punk ini muncul. Namun, telah banyak yang mencoba menulis tentang awal mula budaya ini walaupun muncul dalam beberapa versi. Kata punk sendiri berasal dari Bahasa Inggris, Yaitu “ Public United Not Kingdom”  yang berarti kesatuan masyarakat di luar kerajaan. Punk muncul sebagai bentuk reaksi dari masyarakat yang kondisi perekonomiannya lemah dan pengangguran di pinggiran kota inggris. Terutama kelompok anak muda dengan kondisi keterpurukan ekonomi sekitar tahun 1976-1977. Kelompok remaja dan para kaum muda ini merasa sistim monarkilah yang menindas mereka, dari sini muncul sikap resistensi terhadap sistim monarki. Dalam budaya PUNK tidak terlepas dari individu dan kelompok. Individu yang mempunyai tujuan yang sama dengan individu lainnya mencari keamanan identitas diri dengan membentuk suatu kelompok sosial atau komunitas yan...

Penilaian pada laki-laki berambut gondrong

ilustrasi Gondrong merupakan sebutan untuk orang berambut panjang yang dibiarkan terurai. Makna gondrong mengalami perubahan dalam konteks sosial. Dulunya, gondrong dipersepsikan untuk menunjukkan kekuataan dan kekuasaan. Sekarang, persepsi tersebut mengalami perubahan, orang-orang yang berambut gondrong dianggap bersikap apatis, anarkis dan inpolite (tidak sopan) Masa pra kolonial, rambut gondrong merupakan pemandangan yang lazim bagi kaum pria di nusantara. Lihat saja pada film-film yang berlatar kehidupan nusantara masa lampau, misalnya film Joko Tingkir, sebuah film berlatar kehidupan seorang ksatria tanah Jawa yang memiliki hobi membela keadilan, ataupun Wiro Sableng, dan juga si Buta dari Gua Hantu yang juga memiliki karakter yang sama. Bahkan, lukisan Sultan Iskandar Muda karya Sayed_Abdullah, beliau pun digambarkan memiliki rambut gondrong. Artinya, rambut gondrong bukanlah sebuah style yang seharusnya dianggap negative oleh masyarakat luas, terutama kaum ibu-ibu yang mem...

Mahasiswa Melawan Zaman

  Mahasiswa sebagai kaum terpelajar yang mengeyam pendidikan tertinggi dari pada siswa dituntut untuk tampil menjadi agen perubahan (agen of change). Ikon mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki kekuatan untuk mengubah sistem perpolitikan di Indonesia. Mahasiswa yang memiliki budaya diskusi di kampus diharapkan dapat menumbuhkan sikap kritis dalam menghadapi realitas kehidupan ketika turun langsung di lingkungan masyarakat. Setiap individu memiliki idealismenya masing-masing, ketika banyak pemikiran dari sudut pandang yang berbeda, maka akan memperkuat dasar-dasar pemikiran yang  yang dihasilkan. Namun, bertolak belakang dengan hal tersebut, kebanyakan mahasiswa hari ini sedang menikmati kehidupannya yang sudah disuguhkan di era globalisasi. Artinya, budaya diskusi yang seharusnya ada pada mahasiswa kini kian luntur. Inilah permasalahan yang ada pada mahasiswa sekarang yaitu, bermunculannya golongan mahasiswa Apatis. Jika para intelektual zaman dahulu sering bertukar ...