Aku hanya bisa terdiam ketika sang senior dewa mengatakan dari mana saja kamu dan kemana saja kamu sudah tak terlihat dengan teman-temanmu yang begitu semangat mempelajari teori para tuhan / para pencetus teori. Aku ingat aku adalah aku, aku bukanlah mereka “kerbau” yang di tarik oleh para gembala. Dia mengatakan kamu sudah tak seperti dulu yang semangat mempelajari teori yang selalu ingin tahu tapi “ dengan sinisnya sang senior berkata” aku tantang kamu meladeni mahasiswa baru dan isi kajiannya mereka” hah aku bergumam dalam hatiku sendiri, aku sudah punya jalan sendiri aku tak suka dengan teori saja tanpa melihat dan mempelajarinya dengan realita sekarang. Timbul dalam benakku apakah sang senior adalah tuhan ? yang berhak menantang dan menentukan apa yang ia kehendaki. Hebat ? mereka berkata bukanlah sang hebat, tapi dengan kata-kata yang aku terima sudah menyimpulkan bahwa dirinya menyombongkan dirinya bahwa dia adalah Tuhan. Apakah aku tidak berhak dengan menentukan j...
Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai. "pramoedya ananta toer"