Langsung ke konten utama

Senior itu Tuhan ?




Aku hanya bisa terdiam ketika sang senior dewa mengatakan dari mana saja kamu dan kemana saja kamu sudah tak terlihat dengan teman-temanmu yang begitu semangat mempelajari teori para tuhan / para pencetus teori.
Aku ingat aku adalah aku, aku bukanlah mereka “kerbau” yang di tarik oleh para gembala. Dia mengatakan kamu sudah tak seperti dulu yang semangat mempelajari teori yang selalu ingin tahu tapi “ dengan sinisnya sang senior berkata” aku tantang kamu meladeni mahasiswa baru dan isi kajiannya mereka” hah aku bergumam dalam hatiku sendiri, aku sudah punya jalan sendiri aku tak suka dengan teori saja tanpa melihat dan mempelajarinya dengan realita sekarang.
Timbul dalam benakku apakah sang senior adalah tuhan ? yang berhak menantang dan menentukan apa yang ia kehendaki. Hebat ? mereka berkata bukanlah sang hebat, tapi dengan kata-kata yang aku terima sudah menyimpulkan bahwa dirinya menyombongkan dirinya bahwa dia adalah Tuhan.
Apakah aku tidak berhak dengan menentukan jalanku, apakah aku tidak berhak berlari mencari kebenaran dan belajar dengan orang lain. Aku bukanlah mereka yang menerjemahkan buku menuhankan buku. Tapi aku adalah aku yang selalu ingin tahu. Selalu ingin mencari tahu siapa diriku sebenarnya.
Aku bukanlah GIE , aku pun bukanlah tan malaka, ataupun soekarno, tapi aku adalah aku yang ingin tahu darimana mereka hebat. Aku ingin aku menjadi aku bukan menjadi mereka.   Membaca banyak buku ? akupun tak pernah membaca buku. Tapi aku ingin aplikasi sebenarnya.
Dengan menghela nafas sedikit. Aku ingin aku, aku ingin menjadi aku, dan aku teringat dari kata kata Soe Hoek Gie, guru bukan dewa yang selalu benar, dan murid bukan kerbau. “tapi guru adalah menusia yang memanusiakan manusia, untuk apa memanusiakan manusia tapi sang senior yang bak seperti Tuhan yang memiliki persepsi bahwa dirinya lah yang paling benar dengan caranya.
Senior hanya kata sebutan biasa, karena mereka hanya guru sementara dalam hidup. Kata-kata pengkaderan berhasil itu dating dari sang senior. Bagiku tidak, pengkaderan berhasil karena diri sang mahasiswa itu sendiri untuk mencari tahu.
Aku bukanlah tuhan. Tapi aku akan mencari aku dimana aku akan terus berjalan. Dan tidak mati di pelukan senior.
Kitalah generasi perjuangan, dan jangan pernah kamu terjajah oleh bangsamu sendiri. Jangan pernah kamu di tuhankan orang yang masih memiliki Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ekspresi Punker !

This PUNK ! PUNK adalah suatu ideologi tentang pemberontakan dan anti kemapanan. Dalam sejarah, tidak ada yang tahu persis kapan budaya punk ini muncul. Namun, telah banyak yang mencoba menulis tentang awal mula budaya ini walaupun muncul dalam beberapa versi. Kata punk sendiri berasal dari Bahasa Inggris, Yaitu “ Public United Not Kingdom”  yang berarti kesatuan masyarakat di luar kerajaan. Punk muncul sebagai bentuk reaksi dari masyarakat yang kondisi perekonomiannya lemah dan pengangguran di pinggiran kota inggris. Terutama kelompok anak muda dengan kondisi keterpurukan ekonomi sekitar tahun 1976-1977. Kelompok remaja dan para kaum muda ini merasa sistim monarkilah yang menindas mereka, dari sini muncul sikap resistensi terhadap sistim monarki. Dalam budaya PUNK tidak terlepas dari individu dan kelompok. Individu yang mempunyai tujuan yang sama dengan individu lainnya mencari keamanan identitas diri dengan membentuk suatu kelompok sosial atau komunitas yan...

Penilaian pada laki-laki berambut gondrong

ilustrasi Gondrong merupakan sebutan untuk orang berambut panjang yang dibiarkan terurai. Makna gondrong mengalami perubahan dalam konteks sosial. Dulunya, gondrong dipersepsikan untuk menunjukkan kekuataan dan kekuasaan. Sekarang, persepsi tersebut mengalami perubahan, orang-orang yang berambut gondrong dianggap bersikap apatis, anarkis dan inpolite (tidak sopan) Masa pra kolonial, rambut gondrong merupakan pemandangan yang lazim bagi kaum pria di nusantara. Lihat saja pada film-film yang berlatar kehidupan nusantara masa lampau, misalnya film Joko Tingkir, sebuah film berlatar kehidupan seorang ksatria tanah Jawa yang memiliki hobi membela keadilan, ataupun Wiro Sableng, dan juga si Buta dari Gua Hantu yang juga memiliki karakter yang sama. Bahkan, lukisan Sultan Iskandar Muda karya Sayed_Abdullah, beliau pun digambarkan memiliki rambut gondrong. Artinya, rambut gondrong bukanlah sebuah style yang seharusnya dianggap negative oleh masyarakat luas, terutama kaum ibu-ibu yang mem...

Mahasiswa Melawan Zaman

  Mahasiswa sebagai kaum terpelajar yang mengeyam pendidikan tertinggi dari pada siswa dituntut untuk tampil menjadi agen perubahan (agen of change). Ikon mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki kekuatan untuk mengubah sistem perpolitikan di Indonesia. Mahasiswa yang memiliki budaya diskusi di kampus diharapkan dapat menumbuhkan sikap kritis dalam menghadapi realitas kehidupan ketika turun langsung di lingkungan masyarakat. Setiap individu memiliki idealismenya masing-masing, ketika banyak pemikiran dari sudut pandang yang berbeda, maka akan memperkuat dasar-dasar pemikiran yang  yang dihasilkan. Namun, bertolak belakang dengan hal tersebut, kebanyakan mahasiswa hari ini sedang menikmati kehidupannya yang sudah disuguhkan di era globalisasi. Artinya, budaya diskusi yang seharusnya ada pada mahasiswa kini kian luntur. Inilah permasalahan yang ada pada mahasiswa sekarang yaitu, bermunculannya golongan mahasiswa Apatis. Jika para intelektual zaman dahulu sering bertukar ...